Dalam Bahasa Jepang, Kai berarti berubah, sementara Zen berarti baik. Jika dikaitkan dengan sebuah sistem, maka Kaizen adalah perbaikan cepat secara kontinu untuk menjadi lebih sempurna lagi. Singkatnya, sebuah cara agar mempermudah suatu pekerjaan melalui metode terbaik sesuai kondisi tertentu. Lantas, bagaimana penerapannya dalam hal penyimpanan barang?
Prinsip Dasar Kaizen
Kemunculan Kaizen bermula di Jepang pasca Perang Dunia II. Semua orang dalam sebuah struktur manajemen bisa turut serta dalam menerapkan Kaizen. Untuk aplikasinya bisa secara perseorangan, sistem saran, kelompok kecil atau besar, sampai bawahan. Alhasil, terbentuklah tiga prinsip dasar, yaitu: 1) berkiblat pada proses dan hasil, 2) berpikir secara sistematis ketika operasional sehari-hari, 3) tidak menyalahkan jika terjadi kesalahan, melainkan dijadikan sebagai pembelajaran.
Jenis Kaizen
Dalam lingkup perusahaan, Kaizen dibedakan menjadi tiga sesuai kebutuhan masing-masing, yaitu:
1. Kaizen manajemen berarti memusatkan perhatian pada sektor logistik dan strategi serta memberikan momentum untuk perubahan signifikan pada progres dan moral
2. Kaizen kelompok berarti penggunaan alat statistik secara bersama-sama dan sukarela untuk memecahkan masalah, menganalisa, dan menetapkan suatu prosedur baru
3. Kaizen individu berarti pemberian saran, sehingga seseorang memiliki sebuah kesadaran jika tidak mau bekerja keras, maka jadilah lebih pintar
Poin Penting dalam Menerapkan Kaizen
Sistem Kaizen sangat berkaitan erat dengan sebuah keteraturan. Oleh karena itu, perlu memperhatikan poin berikut agar berjalan baik sesuai rencana.
1. Konsep 3M (Muda, Mura, Muri) bertujuan untuk mengurangi kelelahan, meningkatkan mutu, mempersingkat waktu, dan melakukan efisiensi biaya
2. Konsep PDCA alias Plan, Do, Check, Action bertujuan untuk menjamin keberlangsungan perbaikan suatu kondisi
3. Konsep 5W+1H bertujuan untuk menunjang pengaplikasian PDCA
Sistem Kaizen dalam Penyimpanan Barang
Penerapan Kaizen dalam penyimpanan barang biasa disebut sistem 5S yaitu:
1. Seiri (ringkas) adalah upaya dalam membuat lokasi kerja menjadi lebih efisien dengan menempatkan barang-barang yang dibutuhkan saja
2. Seiton (rapi) berarti semua barang harus diletakkan sesuai posisi masing-masing, sehingga memudahkan saat akan digunakan
3. Seiso (resik) merupakan agenda membersihkan peralatan dan lokasi kerja agar menjaga kondisi tetap baik
4. Seiketsu (rawat) adalah menjaga kebersihan pribadi sekaligus mematuhi poin-poin di atas
5. Shitsuke (rajin) berarti memelihara kedisiplinan setiap individu dalam menerapkan seluruh sistem 5S
Dari sistem 5S dalam Kaizen dapat disimpulkan bahwa tata letak barang di gudang haruslah bersih serta teratur, memudahkan dalam pengelolaan barang serta menemukan lokasi, keamanan, dan segala aktivitas keluar masuk muatan menjadi lebih efektif sekaligus efisien.
Klasifikasi Penyimpanan Barang Menurut Kaizen
Agar lebih mudah dalam mengelola barang, lebih baik Anda meletakkan barang-barang berdasarkan klasifikasi berikut:
1. Reaksi terhadap lingkungan luar, misalkan iklim dan kontaminasi bahan kimia
2. Ketahanan penyimpanan
3. Frekuensi penggunaan
4. Volume rata-rata
5. Harga
6. Bentuk serta posisi
Kunci Keberhasilan Kaizen
Kunci keberhasilan Kaizen ditentukan oleh dua hal yaitu menghilangkan pemborosan dan menghindari berbagai kesulitan, sehingga akan berpengaruh terhadap pengadaan produk serta kepuasan konsumen. Dalam hal ini, menggunakan tempat penyimpanan terbaik masuk ke ranah Kaizen. Sebagai rekomendasi tempat penyimpanan terbaik, Limus Biz Estate memberikan Anda dua tipe gudang, yakni tipe 8×24 dan tipe 10×24. Gudang yang disediakan oleh Limus dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda dan terdapat zona kawasan pergudangan sesuai jenis barang.
Untuk informasi lebih lanjut segera hubungi Limus Biz Estate dan dapatkan segala kemudahan dalam sistem pergudangan untuk bisnis Anda.