Salah satu kendala dalam menjalankan sebuah bisnis adalah mengelola persediaan barang. Tanpa disadari, setiap pebisnis memiliki tempat penyimpanan berupa gudang, entah itu dalam skala kecil atau besar. Sekilas, hal ini memang sepele. Namun, jika Anda mengetahui metode khusus berkenaan dengan hal tersebut, tentu Anda akan dapat memilih gudang terbaik sesuai kebutuhan.
Kriteria Memilih Metode Penyimpanan Barang
Jenis barang di gudang akan bermacam-macam sesuai tipe bisnis Anda. Oleh karena itu, dalam memilih metode penyimpanan tidak bisa disamakan satu sama lain. Anda perlu memperhatikan kriteria berikut sebagai pertimbangan:
1. Tipe muatan
2. Bagaimana aktivitas keluar masuk barang
3. Level penyimpanan
4. Jarak antara rak
5. Kriteria pengambilan
Khusus untuk poin terakhir dibedakan menjadi dua: LIFO (last in first out) dan FIFO (first in first out). Sesuai penamaan, berarti Anda menggunakan barang terakhir datang terlebih dahulu atau berkebalikan. Kriteria pengambilan ini sendiri memiliki kekurangan dan kelebihan. Namun, dapat Anda sesuaikan dengan jenis barang.
Tipe-Tipe Penyimpanan
Di zaman modern seperti sekarang, penyimpanan barang lazim menggunakan Automated Storage System atau sebuah program komputer di mana dapat menempatkan dan mengambil barang berdasarkan ketetapan lokasi. Selama beroperasi, peralatan pendukung seperti conveyor dan pemindai laser akan turut serta berperan.
Dengan menggunakan program komputer tersebut, akan ada 13 pilihan tipe penyimpanan yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan, yaitu:
1. Single Deep adalah penempatan satu rak di sisi kanan dan kiri
2. Double Deep adalah penempatan dua rak di sisi kanan dan kiri
3. Penyimpanan tanpa palet untuk barang unik dan gulungan
4. Penyimpanan pipa dan plat untuk besi, pipa, dan baja dengan diameter panjang 6 meter
5. Racking adalah menyusun barang secara vertikal pada lemari rak di sebuah ruangan khusus
6. Selective Rack adalah rak yang dapat disesuaikan dengan dimensi barang. Jenis ini paling sering digunakan pada perusahaan industri lantaran memiliki visibilitas tinggi
7. Block Stacking adalah menumpuk barang tanpa rak. Namun, perlu diperhatikan dalam penggunaan palet pembatas agar mengurangi risiko barang jatuh (cocok untuk LIFO)
8. Drive Through Rack model penyimpanan yang harus mengambil palet secara sistematis, dimulai dari sisi samping, lalu bagian pusat
9. Double Deep Racking System adalah penempatan barang yang saling membelakangi dan dalam pengambilan membutuhkan forklift khusus agar pekerjaan menjadi maksimal
10. Drive In Strorage adalah tipe penyimpanan yang berkebalikan dengan nomor delapan, di mana tumpukan barang hanya memiliki satu alur dengan cara mendorong sampai ke dinding
11. Pallet Flow adalah penyimpanan dengan kriteria pengambilan FIFO, karena menggunakan roller di dua sisi
12. Push Back Storage adalah kebalikan dari Pallet Flow
Metode Penyimpanan
Ada tiga jenis metode penyimpanan yaitu Random Location System, Fixed Location System, dan Fixed Area Working on a Random System.
Fixed Location System adalah sistem peletakan barang yang paling sederhana. Barang dapat diletakkan dimana saja secara acak dan lokasinya mengandalkan ingatan personil gudang. Random Location System adalah metode peletakan barang dimana saja di area penyimpanan, tapi sistem ini mencatat dimana lokasi barang. Fixed Area Working on a Random System, adalah sistem dimana setiap jenis barang mempunyai lokasi yang sudah ditentukan sebelumnya. Sistem Fixed Area Working ini cocok bila dalam gudang terdapat banyak jenis barang.
Sudah cukup jelas bukan informasinya. Oleh karenanya segera hubungi Limus Biz Estate, penyedia gudang terbaik di Cibubur. Limus adalah solusi terbaik bagi Anda yang ingin memiliki gudang penyimpanan. Letaknya yang strategis pun sangat menguntungkan bagi bisnis Anda. Amankan gudang milik Anda sekarang juga baik melalui pembayaran kontan atau cicilan sebanyak 36 kali via Limus Biz Estate.